Posts

LIMA PERISTIWA UTAMA BULAN MUHARRAM

5 Peristiwa Penting di Bulan Muharram dalam Sejarah Islam Bulan Muharram mencatatkan pelbagai peristiwa penting yang bermakna bagi umat Islam. Muharram bukan sahaja  bulan pertama dalam perhitungan kalender Hijriah namun ia juga termasuk salah satu daripada empat bulan suci Islam. Dalam sebuah hadis yang dinukil dari kitab Riyadhus Shalihin, diriwayatkan dari Abu Bakrah, dari Nufai' bin al-Harits, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya zaman itu telah berputar sebagaimana keadaannya sejak hari Allah menciptakan semua langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan dan di antaranya ada empat bulan yang suci, tiga berturut-turut, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan bulan keempatnya ialah bulan Rajab Mudhar yang jatuh antara Jumada dan Sya'ban." (HR Muttafaq 'alaih). Lima Peristiwa di Bulan Muharram 1) Diterimanya Taubat Nabi Adam AS Di hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, Allah SWT menerima taubatnya Nabi Adam a.s. Hal ini dij...

BERPUASA BULAN MUHARRAM

Antara amalan sunat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam bulan Muharram adalah berpuasa pada 10 Muharram atau lebih dikenali dengan puasa Asyura’. Ini berdasarkan hadis daripada Ibn Abbas RA: [أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ] Maksudnya: “Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura’ dan Baginda menyuruh puasa pada hari tersebut.” ✨ Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim Antara kelebihan berpuasa di hari asyura’ ialah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya sepertimana yang disebut dalam hadis riwayat Abu Qatadah RA: [يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ] Maksudnya: “Ia menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” ✨ Hadis Riwayat Muslim Akan tetapi pada hari tersebut, orang-orang yahudi juga berpuasa kerana Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil daripada musuh mereka. Lalu Nabi SAW memerintahkan umat Islam agar melaksanakan puasa Tasu’a’ yang bermaksud hari yang ke 9 Muharram. Hal ini dirakamkan dalam hadis ...

HUKUM HAKAM TAWAF WADA'

HUKUM SELFIE SELEPAS TAWAF WADA' Soalan: Seorang yang sudah tawaf wada’ kemudian mengambil gambar atau ber selfie  dalam keadaan terlupa kemudian tersedar lantas ditutup  handphone nya. Adakah dikenakan dam? Jawapan: Alhamdulillah, kami rafa’kan syukur kepada-Nya, selawat dan salam ke atas junjungan Nabi SAW, keluarganya, para sahabat dan mereka yang mengikut jejak langkahnya hingga Hari Kiamat. Dalam permasalahan ini, kami nyatakan dahulu makna tawaf wada’: Tawaf wada’ merupakan pekerjaan terakhir yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan Mekah setelah selesai segala urusan-urusan haji dan umrah bagi pendapat muktamad mazhab syafie. Kami nyatakan pendapat ulama 4 mazhab berkenaan hukum melakukan tawaf wada’ dengan sebab musafir: Mazhab Maliki dan Syafie : Wajib melakukan tawaf wada’ jika ingin melakukan perjalanan musafir dari Mekah, walaupun ia penduduk Mekah sekiranya jarak tersebut boleh mengqasarkan solat. [1] Mazhab Hanafi dan Hanbali : Wajib melakukan tawaf wada’ sekira...

PADA HARI ARAFAH: PERJANJIAN MANUSIA DENGAN ALLAH!

Image
Perjanjian Manusia dan Rasul dengan Allah Sebelum Lahir ke Dunia Jauh sebelum dilahirkan ke dunia, manusia terikat perjanjian dengan Allah. Perjanjian tersebut adalah tentang keberimanan mereka kepada Allah. Para rasul pun juga tak lepas dari perjanjian kepada Allah. Seluruh rasul yang diturunkan Allah ke dunia, diutus untuk mengingatkan janji tersebut. Perjanjian manusia dengan Allah tersebut dirakam oleh Allah di dalam Al-Quran. Ayat-ayat yang mencatatkan janji tersebut terdapat dalam surah Al-A’raf ayat 172, dan Al-Hadid ayat 8. Sedangkan perjanjian yang diambil oleh para rasul terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 7. Janji manusia ketika keluar dari sulbi Adam Perjanjian manusia kepada Allah Taala dinyatakan dalam surah Al-A’raf ayat 172: وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِى ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا  أَن تَقُولُوا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ...

DOA HAJI NABI IBRAHIM A.S

Firman Allah Swt. yang menceritakan doa Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail: رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (Al-Baqarah, 2:128) Bermaksud: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk pa­tuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepa­da kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan teri­malah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Al-Baqarah: 128) Menurut Ibnu Jarir, keduanya bermaksud, "Jadikanlah kami orang yang tunduk kepada perintah-Mu dan patuh dalam ketaatan kepada­Mu. Dalam taat kami kepada-Mu, kami tidak akan mempersekutukan Engkau dengan seorang pun selain Engkau sendiri, dan tidak pula da­lam beribadah kepada-Mu mempersekutukan-Mu dengan seorang pun selain Engkau sendiri." Ibnu Abu Hatim mengatak...

LIMA TAHAP UMUR MANUSIA!

LIMA TAHAP UMUR MANUSIA!  Dalam kitab Sabilul Iddikar,  Al-‘Allamah al-Imam as-Sayyid ‘Abdullah bin Alwi al-Haddad menjelaskan tentang lima tahap umur manusia. 1. Masa perpindahannya sejak pertama Allah Taala telah mengeluarkan keturunan ini dari punggung Nabi Adam  setelah Allah Taala menitipkannya di dalamnya ketika Allah Taala mengeluarkan mereka bersamaan untuk mengadakan perjanjian pengikraran akan keesaan dan ketuhanan. Peristiwa ini terjadi di lembah Nu’man Iaitu sebuah lembah dekat padang Arafah seperti yang Allah sebutkan dalam firmanNya : “ Dan (Ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Qs. Al-A’raaf ...

MALAIKAT PENJAGA TUJUH PINTU LANGIT TOLAK AMALAN SOLEH.

Sebuah hadis yg bersumber dari Al Ghazali, Minhajul Abidin, dan Bidayatul Hidayah. Ibnu Mubarak menceritakan bahwa Khalid bin Ma’dan berkata kepada Mu’adz, “Mohon Tuan ceritakan hadits Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam yang Tuan hafal dan yang Tuan anggap paling berkesan. Hadits manakah menurut Tuan? Jawab Mu’adz, “Baiklah, akan kuceritakan.” Selanjutnya, sebelum bercerita, beliau pun menangis. Beliau berkata, “Hmm, Betapa rindunya diriku pada Rasulullah, ingin rasanya diriku segera bertemu dengan beliau.” Kata beliau selanjutnya, “Tatkala aku menghadap Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, beliau menunggang unta dan menyuruhku agar naik di belakang beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan berkendaraan unta itu. Selanjutnya beliau menengadah ke langit dan bersabda: "Puji syukur ke hadirat Allah Yang Berkehendak atas makhluk-Nya, ya Mu’adz!"  Jawabku, “Ya Sayyidi l-Mursalin” Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam kemudian berkata, "Sekarang aku akan mengisahkan sa...